Jumat, 23 Oktober 2015

Permasalahan Penduduk di Indonesia

Saya mendapatkan tugas untuk membuat artikel tentang permasalahan di Indonesia yang berkaitan dengan penduduk. Saya sempat bingung akan membahas apa, namun saat ini saya telah memutuskan untuk membahas tentang masalah bencana yang terjadi di Indonesia. Seperti banjir, kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap, tanah longsor, dan sebagainya. Saya rasa masalah di atas tidak lepas dari kependudukan di Indonesia.

Berikut ini adalah ulasannya.

Antara Bencana, Penduduk dan Pemerintah di Indonesia

Seperti yang kita tahu, beberapa tahun belakangan ini terjadi banyak sekali bencana di Indonesia. Entah itu banjir, tanah longsor, bahkan sampai kebakaran hutan. Saat ini yang marak di bicarakan di media adalah kebakaran hutan yang menyebabkan terjadinya kabut asap di Riau, dan beberapa wilayah di Kalimantan.

Seperti yang kita tahu kabut asap yang terjadi ini banyak menimbulkan masalah bagi penduduk setempat. Aktifitas belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu, lalu lintas pun terhambat, dan bahkan menimbulkan penyakit yang mematikan.

Lalu siapa yang dapat disalahkan dan harus bertanggung jawab? Apa hanya pemerintah / presiden? Atau juga warga dan pengusaha-pengusaha yang kurang kesadaran?

Menurut saya pribadi, baik warga mau pun pemerintah juga turut tangan untuk masalah ini. Kejadian ini terjadi karena kurangnya kesadaran warga dan kurangnya pengawasan dari pemerintah. Maksudnya kurangnya kesadaran warga di sini adalah hanya untuk kepentingan pribadi mereka untuk membuka lahan, mereka membakar lahan seenaknya. Serta karena kurangnya pengawasan pemerintah hal ini dapat terjadi.

Saya kurang begitu mengerti dan tidak bisa memberi solusi yang tepat. Tapi menurut saya, saat ini yang terpenting adalah kerja sama antara pemerintah dan warga Indonesia.

Warga jangan terlalu berpegang tangan pada pemerintah dan selalu menyalahkan pemerintah. Warga juga harus sadar bahwa setiap perbuatan pasti ada akibatnya. Sehebat apapun pemerintah, kalau tidak ada kesadaran dari warga, maka masalah-masalah seperti ini akan terulang kembali.

Sedangkan untuk pemerintah, alangkah baiknya menambah pengawasan terhadap warganya, dalam kasus ini perusahaan-perusahaan yang sering membuka lahan untuk kepentingan mereka.

Saya bingung ingin menulis apa lagi. Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar