Salah satu contoh digital cinema adalah bioskop. Saat ini sudah berkembang dari yang hanya 2D menjadi 3D bahkan ada yang 4D. Tidak lepas dari masyarakat, baik tua maupun muda, jomblo, berpacaran ataupun menikah, semua menikmati pertunjukan di bioskop. Hal ini tentu membawa dampak yang cukup bagi masyarakat, baik dampak positif maupun dampak negatifnya.
Ini ada beberapa contoh dampak yang dirasakan oleh para penonton/masyarakat:
Penonton dapat melihat film dengan layar yang lebar dan suasana yang lebih nyaman. Contohnya di bioskop film akan main/mulai diputar, lampu dimatikan dan pintu-pintu ditutup sehingga penonton dapat konsentrasi memusatkan segala perasaannya.
Ketika menonton film, tidak lagi film yang hanya bergerak dan tidak bewarna. Jadwal bioskop dapat dilihat dari internet. Untuk menikmati gambar 3D, hanya diperlukan kacamata yang mendukung teknologi tersebut. Dengan televisi digital, penonton dapat memilih film yang ingin ditonton hanya dengan satu saluran saja. Film yang dihasilkan lebih bervariasi. Sehingga penonton dapat memilih film apa yang ingin ditonton.
Penonton tidak perlu menonton di lapangan seperti zaman dulu yang menggunakan layar tancap, tetapi hanya perlu ke bioskop atau bahkan membeli teknologi home theater untuk menonton di rumah.
Jadi pada saat ini kita bisa menikmati film-film yang ada sekarang melalui bioskop dengan fasilitas yang tersedia.
Dampak negatifnya adalah karena formatnya digital, digital cinema ini rawan pembajakan. Banyak situs situs penyedia link untuk mendownload film. Juga melalui torrent terjadi pembajakan juga, tentu saja merugikan pihak film produksi yang membuat film tersebut dengan susah payah, tetapi tidak dihargai dan dibajak.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar